Kejahatan Cybercrime dan E-commerce

 

LITERASI DIGITAL

 

Disusun Oleh :

ARIJAL WALDY ROSYIDI

D41221927

 

MANAJEMEN AGROINDUSTRI

JURUSAN MANAJEMEN AGRIBISNIS

POLITEKNIK NEGERI JEMBER

2023

 

 

 

Tugas 1

Tahun 2020 menjadi tahun yang menguji ketahan digital. Pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan mau tidak mau beralih ke ruang digital, yang mengubah gaya hidup mulai dari belajar, berbelanja hingga bekerja. Dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi, hal ini pun memicu peningkatan ancaman keamanan siber. Sejumlah platform belanja online paling banyak menghadapi serangan siber tahun ini.

Platform media sosial juga tak lepas dari ancaman para para peretas, begitu juga dengan platform teknologi bidang keuangan. Bahkan, situs salah satu lembaga negara juga menjadi incaran para pelaku kejahatan siber. Untuk menghindari hal tersebut lembaga negara harus melakukan pengamanan sebagai berikut :

·         Memetakan ancaman yang ada

·         Membuat kebijakan mengenai kejahat siber

·         Menjalin kolaborasi yang baiik antar lembaga

·         Meningkatkan keterampilan dalam kegiatan digital

·         Membangun sistem infrastruktur digital yang aman

·         Membentuk pemusatan data nasional

 

Sumber : https://digitaltransformation.co.id/cara-mengatasi-cyber-crime-apa-yang-harus-dilakukan-pemerintah/

 Tugas 2

Dari waktu ke waktu, industri digital semakin memperlihatkan perkembangannya termasuk di Indonesia. Perkembangannya dapat dilihat dari penggunaan digital yang dilakukan. Salah satu contohnya adalah transaksi digital atau transaksi e-commerce. Transaksi digital atau e-commerce adalah transaksi yang dilaksanakan secara paperless transaction menggunakan dokumen (digital document). Transaksi digital tidak hanya memvirtualkan dokumen transaksi, tetapi juga soal fasilitas dan penetrasi jaringan internet. Selain itu juga soal kemampuan masyarakat dalam menggunakan media digital. Transaksi digital menawarkan banyak keuntungan yang ditawarkan bagi penggunanya. Keuntungan berupa pembayaran yang praktis, berbagai promo yang tersedia, kemudahan dalam mengatur pengeluaran, fleksibel waktu dan tempat, dan tentunya masih banyak lagi keuntungan dari transaksi digital. Hal ini berdampak besar bagi perkembangan digital payment di Indonesia.

E-commerce di Indonesia memang mengalami perkembangan yang pesat. Akan tetapi, transaksi digital juga menimbulkan dampak negatif yaitu tentang keamanan data pribadi. Sering terjadi marketplace atau situs e-commerce yang meminta data pribadi konsumen, akan tetapi banyak oknum yang tidak bertanggung jawab menyalah gunakan hal tersebut. Dengan begitu, diperlukan regulasi yang lebih ketat untuk mengatur agar marketplace bisa lebih bertanggung jawab terhadap data pribadi konsumen. Keamanan transaksi jual beli online juga masih menjadi masalah utama. Masih banyak transaksi palsu dan penipuan belanja online yang membuat masyarakat menjadi ragu untuk melakukan transaksi online.

 Ada bebeapa hal yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan e-commerce :

·         Memperluas jangkauan pasar

·         Tidak perlunya biaya operasional yang besar

·         Memudahkan penjual untuk mengelola kegiatan jual beli

·         Beli produk yang memiliki masa pakai yang lama

Cara menghindari kejahatan digital bagi para pengguna e-commerce :

·         Pastikan website yang digunakan untuk bertransaksi sudah aman

·         Pilih pembayaran yang memiliki reputasi aman

·         Memiliki alat umtuk memonitor aksi penipuan

·         Teliti dalam melakukan transaksi

 

 

Sumber

https://www.pajak.com/pwf/transaksi-digital-untuk-milenial-kemajuan-atau-ancaman/

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/15814/Memanfaatkan-E-Commerce-Dengan-Benar.html

https://blog.nicepay.co.id/tips-tips-menghindari-kejahatan-dalam-menjalankan-bisnis-dan-bertransaksi-secara-online/

 

           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Pinjol Ilegal Muncul akibat Literasi Digital Rendah